Aku berhenti menstruasi pada bulan ke dua setelah acara pernikahanku. Aku senang sekali, tapi ada rasa bingung kenapa bisa secepat ini. Untuk menjaga kandunganku, aku dan suami membaca banyak artikel.
Tuesday, May 28, 2019
Monday, March 11, 2019
Mengajar Itu Sulit, Tapi Menyenangkan
“Dulu aku ingin
menjadi penulis seperti kalian. Tapi setiap berdoa, aku selalu berdoa agar
menjadi orang yang bermanfaat. Sampai setiap aku menulis, aku juga memikirkan
apakah tulisanku ini bermanfaat. Lalu setelah lulus kuliah, kak Butet, salah
satu pendiri Sokola memintaku membantu Sokola Kaki Gunung. Aku langsung
mengiyakannya tanpa pikir panjang. Mungkin itu jalan dari doaku.” Jawabku saat
volunteer Sokola Kaki Gunung (SKG) diundang di diskusi mahasiswa pers di salah
satu universitas di Jember, dan ada peserta diskusi yang bertanya kepada kami,
apa motivasi kami mengajar.
Thursday, March 7, 2019
Lebih Mengencangkan Ikatan Stagen
Paska melahirkan,
ibuku meminta agar aku istirahat penuh. Aku tidak boleh mengerjakan pekerjaan
rumah apalagi mengangkat berat. Ibu juga mewajibkanku memakai stagen agar
perutku tidak besar, agar kembali seperti sebelum melahirkan.
Aku taat memakai stagen. Perut setelah melahirkan begitu kendor sehingga rentan goyang. Goyangan itu
yang membuat perut sakit. Stagen yang terlilit diperut akan mengikat perut dan
membuatnya tidak goyang. Perutku aman dengan stagen. Ya, aku setuju menggunakan
stagen atau centhing dalam bahasa Jawa, gurita dewasa, atau korset paska
melahirkan.
Tuesday, March 5, 2019
Candu Orangtua Memberikan Hp Pada Anak
"Blow your ballon up blow, blow, blow..." Begitu yang terdengar dari hpku yang sedang ditonton Noam dengan asik.
Pemberian hp awalnya untuk membuat Noam senang dengan melihatkan lagu-lagu anak. Ketika Noam mempunyai adik, memberikan hp pada Noam sudah berbeda tujuan. Agar aku tidak kualahan menemani Noam yang sedang senang berjalan ketika adiknya, Bing, bangun atau agar aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah ketika Bing masih tidur.
Sunday, March 3, 2019
Pola Pengasuhan Orangtua Vs Nenek
Seminggu lebih sudah aku menempati rumah kontrakan membawa anakku yang baru lahir. Tiga minggu yang lalu, aku melahirkan anak ke duaku di rumah orangtuaku. Aku dan suamiku pikir kami akan kesulitan jika melahirkan di rumah kontrakan tanpa ada yang bantu-bantu di rumah. Jika di rumah orangtua, akan ada yang membantu memasak, mencuci, dan menjaga anakku ketika aku masih belum pulih setelah melahirkan. Tapi justru adalah masalah lain, seperti ketika aku melhirkan anak pertama. Pola asuh kami dengan orangtuaku yang sering kali berbeda. Untuk menghindari pertengkaran yang lebih banyak, kami memutuskan tinggal dikontrakan.
Menahan Pipis
Waktu aku kecil, ibuku sering melarangku menahan buang air kecil, menahan pipis. Ibu bilang nanti bisa batu ginjal. Ibuku mungkin memang benar, terlalu lama dan sering menahan pipis bisa mengganggu ginjal. Tapi dalam banyak alasan aku sering menahan pipis, tentu bukan karena aku pembangkang meski aku sering memberontak dari nasehat-nasehat ibuku. Untuk yang satu ini, tidak ada urusannya dengan pemberontakan itu.
Aku bisa menahan pipis berjam-jam. Seperti saat dalam kendaraan yang tidak tersedia toilet, mau turun waktu diterminal takut tertinggal. Setelah tidak lagi sering melakukan perjalanan, padahal diam manis di rumah, alasan menahan pipis karena anak tidak bisa ditinggal. Ada yang lebih penting dari pada segera ke kamar kecil, selagi masih bisa ditahan.
Sebenarnya ini bukan masalah pipis, sih. Ini bagaimana kita harus menahan sesuatu dari pada segera mengeluarkannya. Seperti omongan.
Sunday, May 27, 2018
Nobar dan Sabar
Subscribe to:
Posts (Atom)

