Minggu, 27 Mei 2018

Nobar dan Sabar

Semalam rumah kontrakan kami ramai sekali, ada kunjungan dari saudara-saudara SWAPNEKA. Kami memang mengundang mereka untuk safari ramadan di rumah kami.

Nobar dan Sabar

Rabu, 23 Mei 2018

Ketika Hidup Masih Tentang Gorengan

Malam sudah lewat, hari berganti. Aku sudah beberapa menit yang lalu terbangun, tidak bisa tidur lagi. Kami, tim Sokola Kaki Gunung, baru turun gunung sore hari sebelum waktu berbuka puasa tiba. Seharuskan aku istirahat. Mungkin setelah menemani Noam tidur sebelum masuk Isyak yang membuat rasa lelah dan kantukku hilang.

Saat terbangun malam, kenanganku pasti di sekretariat SWAPENKA (Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam). Tempatku belajar menahan rasa kantuk. Selain rapat, yang membuat begadang di sekret biasanya tugas kuliah dan hanya ingin begadang dengan jalan-jalan malam, mengobrol dan bercanda dengan teman-teman. Sebelum dan selepas kuliah dan aktif di SWAPENKA aku sulit begadang. 

Tidak lama setelah masuk SWAPENKA dan sering begadang, berat badanku naik 10 kg, dari 38 menjadi 48. Mulut yang tetap mengunyah malam-malam dan minuman manis yang kutuduh meningkatkan berat badanku. Dan yang paling ku kambing hitamkan tapi paling ku rindukan adalah gorengan.
Teman Berburu Gorengan, Naong

Jumat, 18 Mei 2018

MPASI Untuk Noam


Hari yang mendung pada musim kemarau di kaki pegunungan Argopuro, Panduman, Jember. Dengan suasana ini dan pemandangan ayam-ayam yang mengais makanan, aku baru saja meyuapi Noam yang sudah hampir satu bulan makan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Noam yang sudah kenyang sedang bermain dengan anak-anak yang datang ke Sokola Kaki Gunung karena tidak berangkat sekolah ke sekolah dasar sebab terlambat bangun setelah bangun sahur.

Aku duduk diantara mereka yang ramai, ingin menulis tentang MPASI Noam. Sebenarnya, ingin menulis setelah melarikan diri karena tidak mempunyai ide tulisan dengan belajar merajut.

Awal-awal menyuapi Noam, aku mengusahakan agar Noam makan buah dulu sebelum bubur. Aku memilih pisang, makanan sejuta umat bayi di Indonesia. Suapan pertama dengan doa sepenuh hati, Noam masih tidak tahu cara makan. Hari-hari selanjutnya tentu lebih mudah. Tiga hari berturut-turut, Noam masih makan pisang, jenis pisang keripik atau banyak orang menyebut pisang kepok. Memilih memberi Noam makan pisang itu setelah rekomendasi banyak ibu-ibu dan artikel-artikel. Begitupun berapa hari bayi harus makan makanan yang sama, karena agar tahu jika bayi alergi makan makanan yang sudah dia makan.
 
Noam dan bubur pure alpuukatnya

Selasa, 30 Januari 2018

Noam dan Baju Jamurannya

Noam datang di Sokola Kaki Gunung ketika hujan turun setiap hari di bulan Januari. Tanah-tanah basah yang lengket disandal, pagi matahari mucul namun beriringan dengan gerimis tipis lalu terang sebentar dan lanjut hujan lebat, hujan angin yang membuat udara menjadi sangat dingin, dan jemuran yang tidak kunjung kering menjadi pemandangan hampir setiap hari selama kami di sana.

Kami sengaja datang lebih awal dari masa cuti berakhir. Aku dan Noam butuh adaptasi, pikirku dan mas Nanda. Kami takut Noam sulit adaptasi dengan udara yang sangat dingin.

Selama di atas, di kaki gunung Argopuro, aku beberapa kali mengajak Noam jalan-jalan. Kami jalan-jalan ke rumah warga. Termasuk ke rumah Ika, yang pernah belajar di Sokola Kaki Gunung. Ika sudah menikah dan baru saja melahirkan satu bulan yang lalu. Anaknya perempuan, beda satu bulan dengan Noam.
Jamur-jamur Baju Noam

Jumat, 05 Januari 2018

Mbakku dan Maryam

Pada awal surat Maryam, diceritakan tentang Zakariya yang terus berdoa kepada Allah meminta agar dia diberikan keturunan. Zakariya terus berdoa tanpa henti meski dia tahu istrinya telah divonis mandul. Hingga usianya terus menua dan dia benar tua, Zakaria tetap tidak berhenti berdoa. Hingga Allah menjawab doanya dengan bercerita tentang Maryam. Maryam, seorang gadis, Allah membuatnya hamil tanpa bersuami dan Maryam bukan seorang pezina. Dia hamil dan melahirkan Isa. Maryam tidak perlu menjelaskan kepada orang-orang yang mempertanyakan dan menganggapnya kotor. Allah membuat Isa yang masih bayi mampu menjelaskan kepada orang-orang bahwa ibunya adalah perempuan suci.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Zakariya dikaruniai Yahya diusia senjanya.
***
Noam dan kakak sepupunya

Ikhlas dan Turut bahagia

"Sudah isi?"
"Sudah punya momongan?"
Dan pertanyaan-pertanyaan lain tetang kehamilan yang pasti pernah dipertanyakan orang-orang kepada mbak Tun. Mungkin pertanyaan itu sempat menjadi pertanyaan dengan rasa biasa saja, menggelisahkan, menyebalkan, hingga nelangsa, hingga biasa lagi. Setelah dua puluh tahun lebih pernikahannya, entah bagaimana lagi rasa pertanyaan itu yang tidak mungkin lagi orang-orang tanyakan kepadanya. Yang jelas tampak, mbak Tun turut serta bahagia saat melihatku hamil hingga Noam lahir.
Noam, neneknya, dan mbak Tun

Selasa, 02 Januari 2018

Orang-Orang Semboro

Selamat datang di desa Semboro
Desa yang agamis dan nasionalis
Begitulah  tertulis pada gapuro
Tanda masuk desa manis pemilik pabrik gula sejak jaman kolonialis

Sebuah desa di kota kecil hampir tepi timur pulau Jawa
Gambaran mungil Indonesia
Ini tentang keberagaman umatnya
Islam, Kristen, Hindu, hingga Budha
Guru, petani, pekerja
Mereka di sini tak tampak berbeda

Pekerja pabrik kerja tekun
Bersama suling pengingat waktu
Demi kristal gula-gula
Demi roda ekonomi keluarga

Petani-peani menyambut sinar hangat mentari
Setiap pagi
Menyirami jeruk-jeruk
Mengairi padi-padi merunduk
Bersama kerbau dan sapi pembajak sawah
Bukan demi hidup mewah
Agar hidup penuh berkah

Pagi bekerja
Siang bertetangga
Sore untuk keluarga
Malam memulihkan tenaga

Orang-orang Semboro memulai dari hal kecil
Ada untuk keluarga
Peduli tetangga
Jiwa-jiwa untuk itu terpanggil
Tanpa perlu tahu arti detil
Apa itu nasionalis
Apa itu agamis