Selasa, 30 Januari 2018

Noam dan Baju Jamurannya

Noam datang di Sokola Kaki Gunung ketika hujan turun setiap hari di bulan Januari. Tanah-tanah basah yang lengket disandal, pagi matahari mucul namun beriringan dengan gerimis tipis lalu terang sebentar dan lanjut hujan lebat, hujan angin yang membuat udara menjadi sangat dingin, dan jemuran yang tidak kunjung kering menjadi pemandangan hampir setiap hari selama kami di sana.

Kami sengaja datang lebih awal dari masa cuti berakhir. Aku dan Noam butuh adaptasi, pikirku dan mas Nanda. Kami takut Noam sulit adaptasi dengan udara yang sangat dingin.

Selama di atas, di kaki gunung Argopuro, aku beberapa kali mengajak Noam jalan-jalan. Kami jalan-jalan ke rumah warga. Termasuk ke rumah Ika, yang pernah belajar di Sokola Kaki Gunung. Ika sudah menikah dan baru saja melahirkan satu bulan yang lalu. Anaknya perempuan, beda satu bulan dengan Noam.
Jamur-jamur Baju Noam

Jumat, 05 Januari 2018

Mbakku dan Maryam

Pada awal surat Maryam, diceritakan tentang Zakariya yang terus berdoa kepada Allah meminta agar dia diberikan keturunan. Zakariya terus berdoa tanpa henti meski dia tahu istrinya telah divonis mandul. Hingga usianya terus menua dan dia benar tua, Zakaria tetap tidak berhenti berdoa. Hingga Allah menjawab doanya dengan bercerita tentang Maryam. Maryam, seorang gadis, Allah membuatnya hamil tanpa bersuami dan Maryam bukan seorang pezina. Dia hamil dan melahirkan Isa. Maryam tidak perlu menjelaskan kepada orang-orang yang mempertanyakan dan menganggapnya kotor. Allah membuat Isa yang masih bayi mampu menjelaskan kepada orang-orang bahwa ibunya adalah perempuan suci.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Zakariya dikaruniai Yahya diusia senjanya.
***
Noam dan kakak sepupunya

Ikhlas dan Turut bahagia

"Sudah isi?"
"Sudah punya momongan?"
Dan pertanyaan-pertanyaan lain tetang kehamilan yang pasti pernah dipertanyakan orang-orang kepada mbak Tun. Mungkin pertanyaan itu sempat menjadi pertanyaan dengan rasa biasa saja, menggelisahkan, menyebalkan, hingga nelangsa, hingga biasa lagi. Setelah dua puluh tahun lebih pernikahannya, entah bagaimana lagi rasa pertanyaan itu yang tidak mungkin lagi orang-orang tanyakan kepadanya. Yang jelas tampak, mbak Tun turut serta bahagia saat melihatku hamil hingga Noam lahir.
Noam, neneknya, dan mbak Tun

Selasa, 02 Januari 2018

Orang-Orang Semboro

Selamat datang di desa Semboro
Desa yang agamis dan nasionalis
Begitulah  tertulis pada gapuro
Tanda masuk desa manis pemilik pabrik gula sejak jaman kolonialis

Sebuah desa di kota kecil hampir tepi timur pulau Jawa
Gambaran mungil Indonesia
Ini tentang keberagaman umatnya
Islam, Kristen, Hindu, hingga Budha
Guru, petani, pekerja
Mereka di sini tak tampak berbeda

Pekerja pabrik kerja tekun
Bersama suling pengingat waktu
Demi kristal gula-gula
Demi roda ekonomi keluarga

Petani-peani menyambut sinar hangat mentari
Setiap pagi
Menyirami jeruk-jeruk
Mengairi padi-padi merunduk
Bersama kerbau dan sapi pembajak sawah
Bukan demi hidup mewah
Agar hidup penuh berkah

Pagi bekerja
Siang bertetangga
Sore untuk keluarga
Malam memulihkan tenaga

Orang-orang Semboro memulai dari hal kecil
Ada untuk keluarga
Peduli tetangga
Jiwa-jiwa untuk itu terpanggil
Tanpa perlu tahu arti detil
Apa itu nasionalis
Apa itu agamis

Petualangan-petualangan Kakekku

Kakekku meninggal pada usia sekitar tujuh puluhan, ketika aku belum usia sekolah. Aku tidak dapat mengingatnya, kecuali suasana sekilas saat kakek meninggal.

Pagi ini aku bangun terlambat dari biasanya. Adzan Subuh menjadi pertanda bahwa pagi sudah datang, dan kami, seisi rumahku,  harus bangun. Dapur sudah beroperasi, ibuku selalu memulai dengan menanak nasi. Bapak sudah duduk menyanding susu jahe sembari berbincang dengan ibuku yang sedang memasak. Aku bergabung setelah solat Subuh.

Entah obrolan apa yang tiba-tiba menggiring bapakku bercerita tentang kakekku, bapak dari bapakku. Tentang perjalanan kakekku yang berasal dari Kediri dan sampai di desa Semboro ini.

Minggu, 30 Juli 2017

Hari Yang Terlewatkan

7 Hari Tantangan Menulis Basabasi Store (Line @zog5070k)

Pagi yang sulit perut melilit
Mencoba bertahan membuat semakin mual
Biar ku meringkuk di kamar melupakan sarapan

Jumat, 28 Juli 2017

Mencucup Ujung Botol Minum

7 Hari Tantangan Menulis Basabasi Store  (Line @zog5070k)

"Setiap orang kan memiliki sifat yang membuat orang lain tidak nyaman." Kata mas Nanda kepadaku.

Kita akan pandai menilai keburukan orang lain yang biasanya membuat kita tidak nyaman dan ilfeel. Namun untuk menilai sesuatu yang aneh pada diri sendiri, yang membuat orang lain ilfeel itu bukan hal yang mudah.
Botol Minum Every Where

Bagaimana orang lain mengatakan kepada kita kalau sedang ilfeel? Biasanya akan menjadi bahan pembicaraan dengan lawan bicaranya yang bukan kita, bergosip. Yang mampu  mengatakan langsung bahwa apa yang kita lakukan akan membuat orang ilfeel biasanya adalah orang yang dekat dengan kita.

Itu belum cukup. Setiap orang berbeda tingkat sensitifitasnya, ada yang ilfeel dengan orang yang jarang mandi dan ada yang biasa saja, ada orang yang ilfeel dengan orang yang sombong dan ada yang biasa saja, ada yang ilfeel dengan ini atau itu lainnya dan ada yang biasa saja.

Jadi, hari ke lima adalah pertanyaan yang sulit. Namun kata riskan pada kalimat 'keanehan apa yang kamu punya, yang itu riskan sekali membuat orang lain ilfeel' mempermudah kita memilih keanehan pada diri kita. Kata riskan sama seperti kata paling, yang menunjukkan berpotensi lebih banyak orang ilfeel.

Keanehan biasanya merujuk pada sesuatu yang orang lain tidak atau jarang miliki. Ini juga kata kunci untuk memilih apa yang membuat orang lain ilfeel.

Oke, cukup sudah bertele-tele untuk hanya membahas keanehan pada diriku yang membuat orang lain ilfeel. Ini hanya penguluran waktu karena sebenarnya lebih sulit mengenali keanehan pada diri kusendiri dari pada orang lain, apalagi yang harus kita tahu bahwa itu membuat orang lain ilfeel

"Kalau minum jangan dicucup!" Sering temanku berkata itu.

Mungkin, caraku minum dibotol dengan mencucup ujung botol minum. Bayangkan kalau itu botol minum untuk minum bersama? Bisa saja air liurku masuk dan tercampur dengan air dalam botol. Belum lagi kalau ada sisa-sisa makanan lepas dari mulutku saat minum.