Senin, 12 Juni 2017

Bab Pernikahan Dan Menjadi Calon Ibu

       Bab menjadi seorang anak tidak akan pernah berakhir. Namun kehidupan seperti buku, yang bab-babnya masih berhubungan. Masih ada bab selanjutnya, yang tak memutuskan bab sebelumnya. Ini tentang bab pernikahan dan menjadi calon ibu.
Aku dan Mas Nanda

Rabu, 05 April 2017

Bigelen; Isu Penculikan Anak Sudah Ada Sejak Dahulu

Hari masih pagi, mendung menggelayuti langit dusun Sumber Candik di lereng pegunungan Argopuro wilayah Jember. Cuaca yang biasanya membuat anak-anak tidak berangkat sekolah. Namun beberapa hari yang mendung ini, bukan karena cuaca anak-anak tidak berangkat ke sd yang hampir satu jam jalan kaki untuk menempuhnya. Karena bigelen, sebutan orang-orang untuk penculik anak. Ibu-ibu melarang anaknya berangkat ke sekolah karena takut anaknya dibawa bigelen.

Farhan, Mat, dan Faldi ketika tidak masuk sekolah karena isu bigelen

Selasa, 28 Maret 2017

Menginap di SWAPENKA

Bangun tergagap karena jam ditangan menunjukkan pukul lima lewat, waktu yang cukup terlambat untuk menunaikan solat subuh. Pagi ini aku bangun di ruangan kotak yang berantakan, baik barang dan manusia yang sedang tidur. Tentu aku sedang di kesekretariatan SWAPENKA (Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Semalam, aku dan mas Nanda, suami serta kakakku di SWAPENKA, menginap di sini.

Halaman Swapenka

Jumat, 23 Desember 2016

Rasa Asin

     Asin yang kita kenal berorientasi pada rasa garam. Kadar rasa asin yang dicecap setiap lidah berbeda. Lidah satu mengatakan cukup asin, lidah satu lagi merasakan kurang asin, dan lidah lain mencecap terlalu asin. Begitulah rasa asin, sama seperti semua rasa yang bersifat relatif.
       
      Di hari Jumat pada musim hujan, hujan turun menjelang tengah hari bersama ayat-ayat Al Quran yag dikumandangkan di masjid-masjid menjemput sholat Jumat. Aku dan mas Mas Nanda duduk di depan rumah Jangkar di kota Bondowoso, menunggu adik kami itu pulang. Bondowoso terasa semakin sepi dengan suara guyuran hujan dan syahdu lantunan ayat-ayat Al Quran.

     Akhir-akhir ini hujan selalu mengingatkanku pada jalanan berbatu yang sulit dilewati bahkan saat cuaca cerah. Kami harus pintar-pintar melihat wajah langit. Jika hujan turun, kami tidak akan bisa melewatinya. Melewati jalan menuju Sumber Candik, salah satu dusun di kaki gunung Argopuro di Jember. Mengingat Sumber Candik, artinya mengingat para penghuninya. Termasuk bu Dur, yang memberi kami tempat tinggal sementara sebelum tempat tinggal kami selesai dibangun. Selain telah berbaik hati memberi kami tempat tinggal, bu Dur juga selalu memasakkan untuk kami.
Rasa Asin Masakan bu Dur

Senin, 12 Desember 2016

Kamar Mandi dan Perempuan

“Yang aku khawatirkan, di kerajaan itu tidak ada kamar mandinya.” Kata Suzuka dalam salah satu film Doraemon.

Sabtu, 03 Desember 2016

Tempat Untuk Pulang

Jam menunjukkan hampir tengah malam, enam menit lagi. Biasanya, aku sudah lelap sejak pukul delapan. Malam ini ketika aku dan mas Nanda menginap di rumah mas Mungki, aku justru tidak merasakan kantuk sama sekali. Tentu bukan karena tidak pulang di rumah sendiri, karena aku telah terbiasa menginap dimana saja, di kesekretariatan SWAPENKA, rumah mbak Prit di Kalisat, rumah mas Wawan di Tembaan, kosan Leker di jalan Kalimantan, dan di Slawu rumah yang dipinjamkan seorang teman kepada mas Nanda. 
Menginap di Rumah mas Mungki

Jumat, 18 November 2016

Menjahit dan Menulis

Di Bondowoso selepas Magrib, calon ibu mertuaku masih sibuk dengan baju jahitannya. Ibu duduk gelisah di laintai ruang tamu dengan baju pesanan pelanggannya yang sudah masuk tahap finishing.

"Fit, tolong bantuin ibuk!" Ibu menyerah.

Mesin Jahit Ibu