Pages - Menu

Sabtu, 03 Desember 2016

Tempat Untuk Pulang

Jam menunjukkan hampir tengah malam, enam menit lagi. Biasanya, aku sudah lelap sejak pukul delapan. Malam ini ketika aku dan mas Nanda menginap di rumah mas Mungki, aku justru tidak merasakan kantuk sama sekali. Tentu bukan karena tidak pulang di rumah sendiri, karena aku telah terbiasa menginap dimana saja, di kesekretariatan SWAPENKA, rumah mbak Prit di Kalisat, rumah mas Wawan di Tembaan, kosan Leker di jalan Kalimantan, dan di Slawu rumah yang dipinjamkan seorang teman kepada mas Nanda. 
Menginap di Rumah mas Mungki

Jumat, 18 November 2016

Menjahit dan Menulis

Di Bondowoso selepas Magrib, calon ibu mertuaku masih sibuk dengan baju jahitannya. Ibu duduk gelisah di laintai ruang tamu dengan baju pesanan pelanggannya yang sudah masuk tahap finishing.

"Fit, tolong bantuin ibuk!" Ibu menyerah.

Mesin Jahit Ibu

Selasa, 15 November 2016

Warung Pak Ali; Banyak Cerita Di Warung Pojok Kampus

"Mas, ngajaknya ke warung pak Ali terus." Candaku kepada mas Nanda ketika seorang teman menyebutkan sebuah kuliner dan aku tidak pernah mencicipinya.

Tulisan ini bukan bermaksud merekomendasikan sebuah tempat makan. Aku bukan seorang yang gemar berwisata kuliner. Tidak ada makanan kesukaan yang paling atau yang harus ada jadwal untuk menikmatinya. Tidak ada tempat makan favorit karena makanannya. Rasa makanan dan urusan lidah, enatahlah tidak pernah menjadi hal penting untukku.
Tatanan Yang Tak Banyak Berubah

Minggu, 30 Oktober 2016

Tak Berkeinginan Lagi Mati Muda

Teri, adikku di SWAPENKA (Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam), pernah mengatakan kepadaku bahwa dia ingin meninggal dunia lebih dahulu dari orang tuanya. Aku mengatakan kepada Teri bahwa dia egois. Padahal, aku pernah memendam pikiran seperti Teri.

Aku pernah ingin mati muda karena takut merasakan kehilangan orangtuaku. Ketika orang yang hampir setiap hari ada untuk kita harus pergi dan tak ada kesempatan bertemu lagi didunia ini, akan ada sesuatu yang hilang. Membayangkannya saja membuatku ketakutan. 
Orangtuaku Pernah Muda

Bersama Kekasih Menjadi Volunteer

"Bersama Rotan menjadi volunteer Sokola Kaki Gunung di Jember." Ini profil yang ditulis mas Nanda di sebuah situs web.

Maksud mas Nanda, kekasihku, dia menjadi volunteer bersamaku. Kami memang sedang mengajar bersama di Sokola Kaki Gunung di kaki gunung Argopuro Dusun Sumber Candik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember. Ada duka dan banyak suka menjadi volunteer bersama kekasih di Sokola Kaki Gunung.
Aku, mas Nanda, dan Anak-anak Ketika Bermain Ke Air Terjun di Sekitar Sokola Kaki Gunung

Kamis, 27 Oktober 2016

Nugget Tongkol Wortel Sepaket Kandungan Gizi

“Memasak itu kodrat perempuan, jadi aku tidak perlu blajar memasak.” Alasan ampuh saat ada yang menyarankanku untuk belajar memasak.

Aku tidak pernah berpikir keras untuk belajar memasak, apa lagi memikirkan nilai gizi pada makanan. Yang aku sedikit tahu hanya tentang makanan yang dianggap sehat dan kurang sehat. Aku penganut semua makanan –kecuali yang diharamkan- itu boleh dimakan asal tidak berlebihan. Bulan pernikahanku sudah dekat, ini yang membuatku mulai berpikir untuk belajar tentang nilai gizi pada makanan.

Hari ini aku belajar membuat nugget tongkol dengan wortel. Pokoknya ada sayur, menurutku itu sudah sehat dan bergizi. Padahal setiap makanan baik nabati atau hewani atau instani itu ada nilai gizinya ya. Padahal lagi nilai gizi juga masih dilihat dari cara mengolahnya.

Nugget Tongkol Yang Sehat Cocok Untuk Bekal

Kamis, 20 Oktober 2016

KOMDIS: Kopi Mahasiswa Diskusi

Sudah sejak datang selepas waktu Magrib aku ingin mulai menulis. Setelah ngobrol dengan teman-teman dan menyeruput es Capucino, sekarang tiga jam setengah sudah berlalu dan aku baru benar-benar melaksanakan keinginanku menulis bagaimana cara merekomendasikan orang untuk pergi ke Komdis.

Kopi Mahasiswa Diskusi